Rabu, 18 Januari 2012

Tentang The Cupcake House


The Cupcake House bermula dari kecintaan Ny. Kristin Tjandra terhadap dunia tata boga, khususnya dalam pembuatan kue.  Sejak remaja, Ny. Kristin memang suka ber-“eksperimen” dengan rasa kue. Ia merasa bosan dengan rasa kue yang itu-itu saja. Hal tersebut kemudian berlanjut setelah Beliau menikah. Ny. Kristin menjadi semakin concerned terhadap camilan yang dikonsumsi oleh kedua putrinya, Nadya dan Natassya. Beliau memilih membuat sendiri camilan untuk kedua putrinya sehingga kebersihannya terjamin. “Eksperimen”-nya juga berlanjut dengan mencoba beragam bahan baku yang dapat menambah nilai gizi bagi camilan tersebut. Menu camilan favorit kedua putrinya adalah cupcake, karena cupcake memiliki banyak rasa, topping, dan bentuknya yang cantik. Selain itu, dalam proses pembuatannya, mereka bisa membantu sang Mama menghias cupcake.
Buah memang tak jatuh jauh dari pohonnya. Nadya dan Natassya yang mulai beranjak remaja pun mengikuti jejak sang Mama. Terbiasa membantu Mamanya di dapur, mereka begitu menikmati proses memasak dan membuat kue. Cupcake menjadi menu andalan mereka. Teman-teman Nadya dan Natassya sudah mengenal kelezatan cupcake buatan mereka. Beberapa teman bahkan sering memesan cupcake untuk acara ulang tahun dan valentine.
Dari sanalah kemudian muncul gagasan untuk membuat sebuah toko cupcake. Februari 2007, gerai pertama The Cupcake House dibuka. Gerai pertama berada di Kelapa Gading. Pembukaan The Cupcake House Kelapa Gading mendapat sambutan yang sangat baik dari masyarakat. Bertepatan dengan momen valentine, cupcake “Choco Berry Love” laris manis.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar