The Cupcake House bermula dari kecintaan Ny. Kristin Tjandra
terhadap dunia tata boga, khususnya dalam pembuatan kue. Sejak remaja, Ny. Kristin memang suka
ber-“eksperimen” dengan rasa kue. Ia merasa bosan dengan rasa kue yang itu-itu
saja. Hal tersebut kemudian berlanjut setelah Beliau menikah. Ny. Kristin
menjadi semakin concerned terhadap
camilan yang dikonsumsi oleh kedua putrinya, Nadya dan Natassya. Beliau memilih
membuat sendiri camilan untuk kedua putrinya sehingga kebersihannya terjamin.
“Eksperimen”-nya juga berlanjut dengan mencoba beragam bahan baku yang dapat
menambah nilai gizi bagi camilan tersebut. Menu camilan favorit kedua putrinya
adalah cupcake, karena cupcake memiliki banyak rasa, topping, dan bentuknya
yang cantik. Selain itu, dalam proses pembuatannya, mereka bisa membantu sang
Mama menghias cupcake.
Buah memang tak jatuh jauh dari
pohonnya. Nadya dan Natassya yang mulai beranjak remaja pun mengikuti jejak
sang Mama. Terbiasa membantu Mamanya di dapur, mereka begitu menikmati proses
memasak dan membuat kue. Cupcake menjadi menu andalan mereka. Teman-teman Nadya
dan Natassya sudah mengenal kelezatan cupcake buatan mereka. Beberapa teman
bahkan sering memesan cupcake untuk acara ulang tahun dan valentine.
Dari sanalah kemudian muncul
gagasan untuk membuat sebuah toko cupcake. Februari 2007, gerai pertama The Cupcake House dibuka. Gerai pertama
berada di Kelapa Gading. Pembukaan The
Cupcake House Kelapa Gading mendapat sambutan yang sangat baik dari
masyarakat. Bertepatan dengan momen valentine, cupcake “Choco Berry Love” laris
manis.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar